Friday, 16 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Daly dari The Fed : lapangan kerja baru berkurang dan rekrutmen melambat.
Monday, 10 November 2025 19:30 WIB | FISCAL & MONETARY |Federal Reserve

Perlambatan pertumbuhan penggajian di AS kemungkinan besar disebabkan oleh melemahnya permintaan tenaga kerja, alih-alih berkurangnya jumlah tenaga kerja akibat kebijakan imigrasi yang diperketat, menurut Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly.

Dalam sebuah esai yang diterbitkan Senin, Daly mencatat bahwa perlambatan pertumbuhan upah menunjukkan bahwa bisnis membutuhkan lebih sedikit tenaga kerja, alih-alih kesulitan mencari karyawan di tengah pembatasan imigrasi yang diterapkan oleh pemerintahan Trump.

Pertumbuhan lapangan kerja bulanan di AS telah menurun dari sekitar 150.000 per bulan pada tahun 2024 menjadi sekitar 50.000 pada paruh pertama tahun 2025.

"Permintaan tenaga kerja telah menurun, kebetulan saja terjadi penurunan pasokan tenaga kerja yang hampir bersamaan," tulis Daly, menjelaskan bahwa kebetulan inilah yang membuat tingkat pengangguran tetap stabil.

Ia menunjukkan bahwa pertumbuhan upah nominal dan riil telah melambat seiring dengan melemahnya pasar tenaga kerja, bahkan di sektor-sektor dengan konsentrasi pekerja kelahiran luar negeri yang lebih tinggi. "Jika perlambatan pertumbuhan lapangan kerja sebagian besar bersifat struktural, terkait dengan pasokan tenaga kerja, maka yang terjadi justru sebaliknya," jelasnya.

Daly tidak mengindikasikan apakah ia mendukung penurunan suku bunga lagi pada pertemuan Federal Reserve bulan Desember. Namun, penilaiannya terhadap pasar tenaga kerja penting bagi diskusi kebijakan The Fed yang sedang berlangsung.

Bankir sentral tersebut mencatat bahwa perubahan kebijakan moneter memiliki pengaruh paling kuat pada elemen siklus bisnis seperti permintaan tenaga kerja, sementara dampaknya lebih kecil pada perubahan struktural seperti penurunan tenaga kerja kelahiran luar negeri.

Mengenai tarif, Daly menyatakan dampaknya terhadap harga "belum menyebabkan dinamika inflasi yang lebih luas dan persisten," dengan dampak yang "sebagian besar terbatas pada barang, dengan sedikit spillover."

Ia mengakui bahwa The Fed telah "secara tepat" mengurangi biaya pinjaman sebesar 0,25 poin persentase pada dua pertemuan terakhirnya. Bank sentral sekarang perlu mengevaluasi apakah AS menghadapi risiko inflasi yang memerlukan kebijakan yang agak ketat atau sedang mendekati lonjakan produktivitas yang didorong oleh AI yang dapat mendukung pertumbuhan tanpa kenaikan harga.

"Menetapkan kebijakan yang tepat membutuhkan keterbukaan pikiran dan penggalian bukti dari kedua belah pihak yang terlibat dalam perdebatan," pungkas Daly.(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Menurut Steven Miran Suku Bunga Tahun 2026 Masih Bisa Turun Sebesar 150 Bps...
Thursday, 8 January 2026 22:55 WIB

Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan ...

Wakil Ketua Fed Bowman Menguraikan Upaya Modernisasi Regulasi...
Thursday, 8 January 2026 05:35 WIB

Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama pidatonya di Seminar Presiden Bank Asosiasi Bankir Califor...

Menurut Petinggi Fed Masih Ada Peluang Pemangkasan Suku Bunga Lanjutan...
Tuesday, 6 January 2026 23:47 WIB

Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko terhadap target lapangan kerja dan inflasi bank sent...

Barkin: Ekonomi AS di Titik Rapuh, Data Jadi Penentu...
Tuesday, 6 January 2026 20:26 WIB

Presiden Bank Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengatakan prospek kebijakan moneter tetap berada dalam keseimbangan yang rapuh mengingat tekanan yang saling bertentangan dari meningkatnya pengang...

Rapat Desember Tak Sejalan, Risalah Fed Picu Spekulasi Pasar...
Wednesday, 31 December 2025 02:12 WIB

Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut cat...

LATEST NEWS
Harga emas melonjak di atas $4.500, siap untuk kenaikan mingguan 4% setelah data NFP AS dirilis

Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...

Emas Masih Jadi Buruan para Pelaku pasar

Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...

Perak Sesi Eropa Kemana?

Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...

POPULAR NEWS